Jumat, 10 Desember 2010

Pembangkit Bilangan Acak

Bilangan acak (random) adalah bilangan yang tidak dapat diprediksi kemunculannya. Bilangan acak sering kali digunakan pada kriptografi. Beberapa penerapannya antara lain:
  1. Pembangkit kunci panjang yang berukuran sama dengan plaintext-nya (One Time Pad) pada algoritma kunci-simetris berbasis stream cipher.
  2. Pembangkit initialization vector (IV) pada algoritma kunci-simetri.
  3. Pembangkit parameter kunci pada algoritma kunci-publik. 
Bilangan acak semu (pseudo random number) adalah bilangan acak yang hasilnya diperoleh menggunakan rumus-rumus matematika, maka dari itu sebenarnya semu atau tidak asli karena merupakan hasil buatan. Terdapat beberapa algoritma Pembangkit Bilangan Acak Semua atau Pseudo Random Number Generator (PRNG). Beberapa di antaranya adalah
  1. LCG (Linear Congruental Generators)
  2. LFSR (Linear Feedback Shift Register)
  3. Geffe Generator (yang menggunakan 3 atau lebih LFSR). Geffe Generator diterapkan untuk PRNG stream cipher pada algoritma A5 sebagai standard enkripsi GSM di Eropa.
Tidak semua Algoritma PRNG aman diterapkan dalam kriptografi. LCG contohnya, meski memiliki kelebihan pada kecepatannya karena sedikit  membutuhkan operasi bit, namun urutan kemunculan bilangan acaknya, dapat diprediksi sehingga tidak aman secara kriptografi. Namun demikian, LCG tetap berguna untuk aplikasi simulasi.

Pembangkit bilangan acak yang aman dalam kriptografi dinamakan Cryptographically Secure Pseudo Random Number Generator (CSPRNG). Beberapa algoritma yang ada antara lain:
  1. Blum Blum Shut (BBS).
  2. CSPRNG berbasis RSA
  3. bersambung ...
.

1 komentar:

  1. kita juga punya nih artikel mengenai bilangan acak, berikut linknya semoga bermanfaat ya :D
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/2995/1/IMG_0005.pdf

    BalasHapus